KTI SKRIPSI KEBIDANAN KEPERAWATAN KESMAS KEDOKTERAN

Kumpulan KTI SKRIPSI Kebidanan Keperawatan Kesmas Kedokteran ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa/i kebidanan keperawatan kesehatan masyarakat dan Kedokteran dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Skripsi sebagai salah satu syarat dalam tugas akhir pendidikan. Kumpulan KTI Skripsi ini akan terus kami tambah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anda dalam mendapatkan contoh KTI Skripsi, jadi anda tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya dalam mencari KTI yang anda inginkan.

KOTAK PENCARIAN:

kesulitan dalam mencari judul KTI Skripsi Gunakan pencarian berikut:

Peran Perawat Dalam Melaksanakan Tindakan Imobilisasi Pada Pasien Caesarea di Rawat Inap RSU

16 October 2011

ABSTRAK

Imobilisasi merupakan faktor yang menonjol dalam mempercepat perawatan pasien bedah postpartum persalinan caesar. Imobilisasi keperawatn adalah imobilisasi yang dilakukan perawat untuk memperlancarkan peredarahan darah, mempercepat terjadinya partus dan menghindari komplikasi lainnya. Peran merupakan prilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki suatu status, jenis – jenis peran menurut Mareno dapat dibedahkan menjadi 3 macam yaitu : peran psikosomatik, peran sosial, dan peran psikodramatik. Faktor – faktor yang mempengaruhi tindakan – tindakan yaitu : persepsi, respon terpimpin, mekanisme, dan adopsi. Penelitian ini dilakukan di RSU dari Juni 2011 sampai dengan selesai. Jenis penelitian yang digunakan yaitu bersifat deskriptif yaitu dengan 15 responden, tindakan imobilisasi pada pasien Caesar berdasarkan pemberi asuhan keperawatan, mayoritas baik yaitu sebanyak 15 responden (100%), berdasarkan advokat mayoritas baik yaitu 15 responden (100%), berdasarkan edukator mayoritas baik sebanyak 13 responden (87%), minoritas cukup sebanyak 2 responden (13%), berdasarkan kolaborasi mayoritas baik sebanyak 14 responden (93%), minoritas kurang sebanyak 1 responden (7%), berdasarkan konsultan mayoritas baik sebanyak 14 responden (93%), minoritas cukup sebanyak 1 responden (7%), berdasarkan pembaharui mayoritas baik sebanyak 14 responden (93%), minoritas cukup sebanyak 1 responden (7%). Jadi dapat disimpulkan bahwa peran perawat dalam melaksanakan tindakan imobilisasi pasien Caesar di rawat inap RSU adalah mayoritas baik, dengan demikian diharapkan kepada perawat khususnya perawat RSU agar lebih meningkatkan peran perawat dalam melaksanakan tindakan imobilisasi pasien Caesar, baik dalam mengikuti pelatihan, berdiskusi, berkolaborasi atau berbagi informasi dari teman yang lebih berpengalaman.
Kata Kunsi : Imobilisasi + Caesar
Daftar Pustaka : 7 Referensi (2001 – 2009).

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mobilisasi mengacu pada kemampuan seseorang dan mobilisasi mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas. Mobilisasi parsial. Beberapa klien mengalami kemunduran selanjutnya berada diantara rentang mobilisasi –mobilisasi. Tetapi pada klien lain, berada pada kondisi imobilisasi mutlak dan berlanjut sampai jangka waktu tidak terbatas.
Mobilisasi atau imobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, mudah teratur dan mencapai tujuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup, hal ini penting untuk kemandirian klien.
Mobilisasi merupakan faktor yang menonjol dalam mempersepsi pemulihan pasca beda post partum persalinan caesar.
Di sekitar kesehatan sendiri, upaya yang dilakukan akan lebih mengutamakan upaya kuratif, promotif, tanpa meninggalkan preventif dan rhabilitatif. Tindakan bedah sectio caesaria merupakan upaya untuk mengobsti (kuratif) suatu penyakit dan meringankan untuk dapat menyelamatkan nyawa ibu maupun janin. Bedah caesar kadar menjadi alternatif perslainan yang mudah dan nyaman.
Imobilisasi keperawatan adalah mobilisasi yang dilakukan perawat untuk memperlancarkan peredaran darah, mempercepat terjadinya platus dan menghindari komplikasi lainnya. Tindakan imobilisasi dibantu oleh perawat agar pasien mau melakukan tindakan mobilisasi dini dengan mengabsikan rasa malas dan sedikit nyeri juga rumor yang berpendapat bahwa jika banyak bergerak setelah operasi maka jahitan operasi akan lepas.
Menurut WHO tentang 3.509 kasus sectio caesar pada tahun 2009, indikasi sectio caesaris adalah disporporsi repcio peluik (21%), sedangkan indikasi lain adalah gawat janin (14%) plasenta pravis (11%), sectio caecaris (30%), preelamsi dan hipertensi (7%).
Nmaun berkat kemajuan antibiotik, tranfusi darah, anartesi dan tehnik operasi lebih sempurna kecenderungan untuk melakukan operasi ini tanpa dasar indikasi yang cukup kuat.
Survei sederhana pernah dilakukan oleh Prf. Dr. Gulardi dan Dr. A Bassalomah terhadap 64 rumah sakit di Indonesia hasilnya tercatat 18.665 kelahiran pada tahun 2009. dari angka kelahiran tersebut, sebanyak 19.5%, 27.3% diantaranya merupakan operasi caesar karena danya komplikasi chepao pelvis disprotion/CPO (ukuran lingkar pinggul ibu tidka sesuai tingkat kepala janin).
Berikutnya operasi caesar akibat pendarahan hebat yang terjadi selama persalinan sebanyak 11.8%-21% dan kelahiran caesar karena janin sungsang berkisar 43%-81.7%. data lain yang didapat dari RSUP N. Cipto mengunkusumo Jakarta. Tahun 2000-2009 menyebutkan bahwa dari jumlah persalinan sebanyak 404/bulan 30% diantaranya merupakan persalinan caesar, 52.5% adalah kelahiran spontan, sedangkan sisanya dengan bantuan alat seperti occum dna forsep. Berdasarkan persentase kelahiran caesar tersebut, 13.7% disebabkan oleh gawat janin (denyut jantung janin lemah menjelang persalinan) dan 24% karena ukuran janin terlalu besar sehingga tidak dapat melewti pinggul ibu. Sisanya sekitr 13.9% dilakukan tanpa melakukan pertimbangan medis.
Peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawaan dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebtuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas penulis mengambil penelitian yang berjudul peran perawat dalam melaksanakan tindakan imobilisasi pada pasien caesar di ruang rawat inap di R.S. .

1,3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui peran perawat dalam melaksanakan tindakan imobilisasi pasien caesar di rawat inap di R.S. .
1.3.2 Tujuan Khusus
- Untuk mengetahui peran perawat dalam melaksanakan tindakan mobilisasi pasien caesar
- Untuk mengetahui distribusi definisi caesar
- Untuk mengetahui peran perawat dalam memberi informasi tentang tindakan imobilisasi pasien caesar berdasarkan posisi imobilisasi yaitu
1. Posisi litothomy 4. Tansderenburg
2. Gena Pectoral 5. Posisi Fowler
3. Dorsal Recumbent 6. Posisi Sims

1.4 Sasaran
Adapun sasaran penelitian ini para perawat di rawat inap di RS.
1.5 Waktu Penelitian
Waktu penelitian pelaksanaan pada bulan Juni 2011
1.6 Manfaat Penelitian
Merupakan bahan informasi dan menambah pengetahuan untuk penelitian kasus tersebut.
1.7 Metode Penelitian
Adapun metode yang digunakan peneliti bersifat deskriptif yaitu peran perawat dalam melaksanakan tindakan imobilisasi pasien caesar di rawat inap di RS. , .


Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan dan Kedokteran No.27

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

0 comments: